Mereka tidak memiliki nama besar atau posisi tertentu, tapi merekalah pewaris abadi kebanggaan ini di hati, pikiran, dan keseharian.
Selamat menikmati senam jantung, Dab. Karena membangun tim yang mumpuni ternyata butuh lebih dari sekadar mimpi. Kita butuh pemain yang cerdas, skuad yang dalam, dan lapangan yang minimal rata.
Melihat Haljeta dengan kaca mata yang lain.
Jogja memang istimewa. Tapi keistimewaan itu sering hanya terasa bagi turis, pejabat, dan brosur kampus. Bagi laki-laki tanggung yang tinggal dan berjuang di dalamnya, Jogja adalah kota yang menuntut banyak tapi memberi sedikit.